HIV dan kepedulian kita

images-hiv.jpgMembaca harian Jawa Pos edisi hari ini Kamis, 14 Februari 2008 halaman Metropolis, hati ini jadi miris. Seorang PSK umur 25 tahun telah terinfeksi virus mematikan HIV dan dia tetap menjalankan profesinya sebagai PSK. Menurut pengakuannya, saat ini dia melayani tamunya 7 orang per minggu. Dalam satu bulan 28 tamu. Dalam satu tahun 336 tamu. Jadi dalam 1 tahun dia bisa menyebarkan virus HIV ke 336 orang. Terus belum lagi kalo 5 ato 10 tahun lagi.

Bagaimana upaya pemerintah mengatasi masalah ini. Seharusnya pemerintah juga bertanggung jawab atas penyebaran virus ini. Langkah yang harus diambil harusnya memutus tali rantai penyebaran virus tsb. Yakni dengan tidak memberikan kesempatan PSK tsb untuk terus beroperasi. Dengan menanggung segala biaya hidup dan pengobatannya serta memberikan pengertian padanya. Karena dia juga butuh uang untuk melanjutkan hidupnya, maka siapa yang bisa disalahkan jika dia terus bekerja??

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa obat penyakit ini masih belum ditemukan. Pengobatan saat ini hanya untuk menekan pertumbuhan virus ini dan bukan membunuhnya. Dan orang yang telah terinfeksi virus ini seperti telah mendapatkan vonis mati untuk dirinya. Pada infeksi HIV masa tanpa gejala ini berlangsung cukup lama antara 5 – 10 tahun. Pada orang dewasa rata-rata 7 tahun, tetapi bisa terjadi 2 tahun atau mungkin lebih dari 10 tahun.Selama 5 – 10 tahun ini orang tersebut pengidap HIV (ODHA: orang dengan HIV/AIDS). Odha ini tampak sehat, belum ada gejala, namun Ia dapat menularkan HIV kepada orang lain. Setelah periode 5 – 10 tahun ini dilalui barulah timbul gejala-gejala AIDS dan orang tersebut disebut penderita AIDS. Gejala-gejala tanda-tanda sakit munculnya secara bertahap bertambah lama bertambah berat sampai akhirnya meninggal dunia.

Kepedulian kita memang masih sedikit untuk memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan ini. Karena anggapan bahwa HIV adalah penyakit kutukan dan kotor. Tp siapa yang mau mempunyai nasib seperti dia ???

2 Tanggapan

  1. Aku ga setuju kl cm pemerintah aja yang disalahin! Biar bagaimanapun memang rakyat & kesejahteraannya adalah tanggung jawab pemerintah! Tetapi jangan dikira ODHA tidak bersalah! Kenapa? Karena dia tidak melaporkan diri kepada pemerintah! Kalau dia tau telah terjangkit HIV, ngapain juga dia tetap melacur?

  2. Masalahnya PSK tsb dah memeriksa ke RS dan telah mendapatkan pendampingan dari pihak RS.Pihak RS hanya menanggung ongkos sewa kamar kos 250 rb perbulan. Ya terang aja dia bingung untuk membiayai hidupnya, makanya dia tetap nyari makan dengan tetap menjalankan profesinya.
    Seandainya ditanggung biaya hidupnya, pastinya si PSK tsb gak akan beroperasi lg.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: