Banjir Situbondo

gempa_8jpg.jpg

Tgl 8 Feb 2008 jam 21.15 WIB Situbondo dilanda banjir bandang. Arus sungai Sampean meluap membanjiri kotaku. Ribuan warga panik, suasana malam itu sangat mencekam. Hujan terus turun, membasahi tanah yang telah basah oleh air bah penuh lumpur. Penduduk sekitar bantaran sungai mengungsi ke tempat yang aman. Sebagian dari mereka tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Air menerjang semua yang ada di depannya. Tangkis penahan air di daerah Dam jebol. Rumah-rumah di sekitar bantaran sungai mengalami rusak berat. Bangunan rumah berserta isinya banyak yang ikut terhanyut.

Jam 00.oo WIB air memenuhi rumah-rumah penduduk. Di jantung kota tepatnya di Kodim, Polres dan sekitarnya air mencapai kedalaman 2 meter. Tangkis penahan di depan kantor PDAM juga jebol mengakibatkan meluapnya air di daerah Karang Asem dan Wringin Anom. Ratusan rumah penduduk diterjang air. Jebolnya tangkis juga terjadi di Desa Paowan dan Desa Siliwung.

Jam 01.00 WIB air masih memenuhi kotaku.

Jam 02.00 WIB air mulai surut.

Jam 03.00 WIB warga mulai banyak yang balik dari tempat pengungsian dan kembali ke rumah masing2. Suara tangis memecah fajar. Ratusan rumah banyak yang mengalami kerusakan. Kerusakan sementara yang tercatat pada hari Rabu tanggal 12 Feb 2008 adalah 391 M meliputi : kerusakan rumah penduduk, jalan jembatan & pengairan, gedung sekolah, puskesmas pembantu dan lahan pertanian. ( sumber : Radar Banyuwangi )

Hari Sabtu pagi tgl 09 Feb 2008, aku melihat kotaku porak poranda. Lumpur dengan ketinggian 10-30 cm memenuhi jalan-jalan di kotaku. Banjir kali ini memang lebih dasyat dibandingakan banjir bandang 2002 tahun lalu tepatnya 04 Feb 2002. Rumahku yang terletak di timur kota Alhamdulillah tidak kebanjiran. Tapi rumah saudaraku dan teman2ku banyak yang terkena musibah ini. Pagi itu ku langsung mendatangi rumah saudara. Ketinggian lumpur di dalam rumah mencapai 10 cm, tp untunglah gak ada kerusakan pada bangunan rumah. Barang2 di dalam rumah juga banyak yang bisa diselamatkan dengan menaruhnya pada ruang kamar yang lebih tinggi pondasi lantainya. Hpku berdering, teman kerjaku memberi kabar bahwa kantorku juga kena banjir. Buru2 aku meluncur kesana. Banyak arsip yang ada di lantai kerja terkene lumpur. butuh waktu 3 hari untuk membersihkan seisi kantorku. Hari yang melelahkan, tp aku masih bersyukur rumahku gak kena. Sms dari teman2ku memenuhi inboxku. Isinya minta bantuan tentu. Minta kiriman makanan dan baju serta ‘pakaian dalam’. Nah, yang ini agak repot, karena banyak toko yang tutup. Akhirnya setelah muter2, aku bisa membelinya di emperan toko pedagang kaki lima. He2, untunglah aku menemukannya, karena kalo tidak bisa2 temanku gak pakai pakaian dalam selama 2 hari, udah 1 hari ini gak pakai…;)

Kini, 8 hari pasca banjir bandang, kotaku mulai berbenah. Penduduk mulai selesai membersihkan rumahnya. Lumpur di jalan raya mulai dibersihkan dengan alat berat grader. Tp cuaca gak menentu, kadang hujan, kadang panas. Jika hujan, lumpur basah membuat licin jalan kota. Dan jika panas, debu beterbangan. Harus siap2 menggunakan masker dan helm dengan pengaman fiber di wajah.

Penduduk masih trauma akan datangnya banjir susulan. Hari Rabu 13 Feb 2008 jam 20.30 WIB terjadi banjir susulan di Desa Paowan.

Suasana masih mencekam bagi warga yang rumahnya mengalami banjir bandang. Semoga musibah ini berakhir. Amin….

Satu Tanggapan

  1. Di tmpat ku msh aman2 saja…
    buat anak kost yg susah malah nyari makan
    …maaf klo ga nyambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: